Madiun, 3 November 2025 – Pemerintah Kota Madiun bersama Bank Indonesia Kediri menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Senin (3/11). Pertemuan ini menegaskan bahwa Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) menjadi salah satu fokus utama Kota Madiun dalam mendukung tata kelola keuangan yang transparan dan efisien.
Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks ETPD Kota Madiun telah mencapai tahap “Digital” dengan skor 99,8%, yang menandakan hampir seluruh transaksi pendapatan dan belanja daerah telah dilakukan secara non tunai. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Madiun dalam memperluas penerapan sistem pembayaran digital, termasuk melalui kanal seperti QRIS, e-commerce, dan mobile banking.
Wihujeng Ayu Rengganis, Plh. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, menyampaikan bahwa digitalisasi transaksi menjadi pondasi penting dalam memperkuat efisiensi fiskal daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di tingkat lokal.
Sejalan dengan arah tersebut, Pemerintah Kota Madiun tengah menyiapkan pemanfaatan QRIS dalam layanan kesehatan di Puskesmas. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran layanan secara cepat, aman, dan non tunai.
Selain itu, penerapan ETPD juga akan diperkuat dalam pengawasan pasar oleh Wali Kota Madiun, sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Melalui pemanfaatan kanal pembayaran digital, diharapkan aktivitas transaksi di pasar dapat lebih transparan dan terpantau secara real time, sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Ke depan, Pemkot Madiun bersama TP2DD akan terus memperluas implementasi ETPD melalui berbagai inovasi, termasuk optimalisasi belanja daerah non tunai, perluasan kanal pembayaran digital, serta edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat transaksi digital.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Madiun dalam Championship TP2DD 2026 dan menjadikan Madiun sebagai salah satu daerah percontohan dalam percepatan digitalisasi keuangan daerah di Jawa Timur.